Terima kasih telah singgah di blog sederhana ini...
Semula
kukira ini pintasan untuk bisa pulang
Kiranya seolah merayap di lembah berkabut.
Kiranya seolah merayap di lembah berkabut.
Dalam
lelap yang lelah, pada jalanan debu berbatu,
Suara merdu berbisik di telinga
Memintaku ke puncak tebing-tebing pada apa yang disebutnya istana cinta.
Suara merdu berbisik di telinga
Memintaku ke puncak tebing-tebing pada apa yang disebutnya istana cinta.
Aku
ingin pulang, kataku
Bukan disana sangkan paranku.
Bukan disana sangkan paranku.
Aku
ingin pulang, ke rumahku
Bukan
berdiam dalam istanamu.
Lalu
ia pun pergi pada tujuannya.
Masih
bisa kudengar alunan cinta yang dipetiknya dari balik jendela
Dibawa oleh angin, dingin, menghembus langkah yang kian bernanah.
Dibawa oleh angin, dingin, menghembus langkah yang kian bernanah.
Di
persimpangan, entah keberapa
Pada sebuah wujud di balik kabut, yang kuyakini jelmaan maujudnya,
Dalam lelah menyambut terkatup, "ilah... ilah... ulurkan tanganmu",
wiridku.

