Rabu, 20 Januari 2016

Kisah dan Sejarah dalam Alquran Bukan Hasil Jiplakan







Terima kasih telah bersedia mampir sejenak di blog sederhana ini...

Pengantar
sejarah dan kisah yang ada dalam alquran hadir bukan tanpa makna dan tujuan, juga bukan pemindahan (jiplakan) dari kitab-kitab sebelumnya (karena nabi Muhammad tidak pernah membaca kitab-kitab tersebut), lebih lagi bukan sekedar tambahan pelengkap dari sebuah kitab suci.



alquran,kisah-kisah dan sejarah dalam alquran


Kandungan Kisah-Kisah yang terdapat dalam Al-Quran.

Sejarah dan kisah yang disebut dalam ayat-ayat al-quran setidaknya (berdasar pada apa yang sedikit saya fahami) hadir dengan alasan-alasan tertentu, diantaranya adalah:

Peringatan,
agar tidak meniru kesalahan umat terdahulu.
Kalau kita perhatikan, banyak kisah-kisah itu yang dimulai dengan kata-kata "ingatlah ketika...", "dan ketika...", dan sejenisnya.


Yang kedua,
contoh suri teladan kesalehan dari orang-orang terdahulu.

Kemudian sebagai bukti keMahakuasaan Allah,
kisah-kisah itu menceritakan kejadian bagaimana Allah benar-benar mempunyai kekuasaan dan kekuatan. Misalnya mampu menghukum, mampu membangkitkan manusia dari kematian, memberikan kekuatan, menurunkan rejeki, dan berbagai kuasa Allah lainnya.

Yang lain adalah sebagai Bukti Kebenaran Kerosulan
bahwa nabi Muhammad SAW adalah benar-benar seorang rosul, bukti bahwa alquran adalah benar-benar wahyu dari Allah, bukan karangan atau pun cerita ulang.
Seringkali di akhir kisah Allah berkata "bukankah saat kejadian itu kau (Muhammad) tidak berada disana?".

Ada juga kisah-kisah yang sengaja diberitahukan untuk menjawab perselisihan dan kesimpang-siuran tentang mana yang benar dari cerita orang-orang jaman dahulu, yang beredar atau diceritakan masyarakat.

Pada intinya, kisah dan sejarah yang ada dalam quran bukanlah dongeng belaka, bukan bagian yang terpisahkan, bukan hasil jiplakan, apalagi sekedar sesuatu yang ditambahkan.

Wallahu alam.





Tidak ada komentar: