Sabtu, 09 Januari 2016

Teori Acak Universal, model teori tentang takdir kehidupan





Terima kasih telah singgah di blog sederhana ini...
saya akan mencoba membuat sebuah permisalan yang sederhana (tapi ruwet), sesuatu yang ruwet tapi kita bikin sederhana...:

pada sebuah undian lomba yang diikuti seratus orang, salah satu peserta memasukkan 10 buah kupon undian, sementara yang lain hanya punya 1 kupon.
secara sepintas kita dan orang tersebut akan beranggapan bahwa dia punya peluang lebih besar mendapat undian. benarkah?.

anggapan itu hanya benar dari sisi orang tersebut, bukan secara menyeluruh.
karena meskipun dia punya peluang 10x lebih besar dibanding orang lain tapi nyatanya ia hanya punya peluang 10 persen dibanding seluruh peserta. dengan kata lain undian tersebut bisa didapatkan oleh peserta lain meski hanya punya 1 kupon undian.

renungan,kontemplasi,takdir kehidupan


Teori Acak Universal, model teori tentang takdir kehidupan


maka begitulah cara saya memandang kejadian kehidupan. planning, rencana, usaha, harapan manusia hanyalah sebuah prosentase sangat kecil dari sebuah tata kehidupan universal yang dibuat oleh Tuhan.

apakah jika kita sudah menanam, memupuk, dan merawat, kita pasti akan memanen hasilnya?.. belum tentu, karena bisa jadi tiba-tiba tanaman kita ludes diterjang banjir, atau bisa jadi kita yang lelah menanam ternyata maling lah yang menggondol hasilnya.

mungkin kita sering mengalami kejadian begini, kita kumpulkan uang untuk membeli sesuatu atau piknik, tiba-tiba uang tersebut harus dipakai untuk keperluan lain yang mendesak, sakit misalnya...

apakah jika kita melewati sebuah rute maka kita pasti akan sampai di suatu tempat yang kita tuju?... belum tentu, bisa jadi ditengah jalan kepentok kerusuhan, jembatan ambrol, dan lain-lain, akhirnya kita pulang lagi...

kalau semua hal selalu tepat sesuai keinginan, mustahil kita diajarkan untuk mengucap Insya Allah...


so,
Apakah SEBUAH KETERATURAN ADALAH SEBUAH BENTUK ACAK, atau SESUATU YANG ACAK ADALAH SEBUAH KETERATURAN...???


Tidak ada komentar: