Kamis, 07 Januari 2016

Ujian Para Nabi, pelajaran dalam kehidupan




Terima kasih telah singgah di blog sederhana ini...

sungguh semua manusia akan diuji sekalipun ia nabi; dengan kekayaan, kemiskinan, penyakit, kesabaran, harta tahta wanita.


Ujian Para Nabi


Yunus alaihi salam:

dia pernah pergi meninggalkan kaumnya dengan emosi, tidak sabar berdakwah menyampaikan kebenaran.
Akhirnya Yunus dilemparkan dari kapal dan ditelan ikan paus, tiga hari tiga malam lamanya.
Kalau saja Yunus tidak bertaubat dan meminta ampun atas kesalahannya niscaya ia akan tetap berada dalam perut ikan paus sampai kiamat tiba.


teguh tegar dalam setiap ujian kehidupan


Daud alaihissalam;

adalah seorang hamba saleh yang senantiasa bertasbih memuji Allah, gunung dan burung turut berjamaah bersamanya dalam bertasbih; selain diberi kemampuan mengolah dan membuat baju besi, beliau juga diberi kemampuan untuk menyelesaikan berbagai perkara yang terjadi di masyarakat.

Suatu ketika Allah mengujinya dengan menghadirkan dua orang yang mengadukan perkara mereka:
"Dia ini saudaraku telah mempunyai 99 orang istri, sekarang dia ingin juga mengambil istriku yang cuma satu ini", demikian pengaduan salah seorang dari mereka, "tolong beri keputusan untuk kami".
Daud pun memutuskan bahwa orang yang telah memiliki 99 istri tersebut tidak boleh mengambil istri saudaranya yang cuma satu itu. Dan mereka pun pergi.

Apa yang terjadi?
Ternyata Allah kemudian menegur Daud, karena ternyata disaat memutuskan perkara ada secuil rasa ketertarikan pada hati Daud terhadap wanita itu, atas kecantikannya.
Allah menegur dan mengacuhkan ibadah Daud selama sekian lama, hingga Daud benar-benar menyesal dan menangis setiap hari untuk sekian lamanya, sampai kemudian Allah memaafkannya....


Musa alaihissalam,

digelari Kalamullah karena beliau pernah bercakap dengan Allah.

Musa pernah merasa dirinya sebagai hamba paling saleh, paling alim.
Allah menegurnya dan memerintahkan dia untuk menemui hambanya yang lain, Khidir, yang bertempat tinggal di daerah pertemuan dua lautan.



Bersama Khidir, Musa menjumpai hal perbuatan Khidir yang sangat jauh dari logikanya; sengaja merusak perahu tanpa sebab, sengaja membunuh pemuda yang tidak bersalah, menegakkan dinding rumah di sebuah kota yang penduduknya tidak baik kepada mereka.

Hingga diakhir pertemuan akhirnya Khidir menjelaskan sebab segala perbuatannya; "sesungguhnya Allah memberimu pengetahuan yang tidak diberikan kepadaku, dan begitu juga sebaliknya Allah menganugerahkan pengetahuan kepadaku yang tidak diberikan kepadamu".


Sulaiman alaihissalam;

dikaruniai kekayaan dan kekuasaan yang belum pernah diberikan kepada manusia lain. Pasukannya terdiri dari manusia, hewan, bahkan jin.

Suatu hari selepas zuhur Sulaiman memeriksa kuda perangnya yang berjumlah ribuan, saking banyaknya kuda yang dimilikinya hingga magrib tiba kuda-kuda itu belum selesai diperiksanya dan tanpa disadarinya ia telah lupa melaksanakan ibadah solat petang.
Saat tersadar Sulaiman memohon ampun kemudian menyembelih kuda-kuda itu lalu
membagikan dagingnya kepada fakir miskin. "Semua ini telah menjauhkanku dari Tuhanku", katanya.


Atas penyesalannya itu kemudian Allah menganugerahi Sulaiman kendaraan berupa angin lembut yang sekali jalan bisa mengantar dia sejauh perjalanan yang biasanya harus ia tempuh selama sebulan.


Ayub alaihissalam;


diuji Allah dengan kesulitan hidup yang luar biasa; kemiskinan, anak-anaknya meninggal, menderita penyakit kulit yang mengeluarkan bau busuk sehingga dikucilkan oleh masyarakat, ditinggalkan oleh istrinya.
Namun ia tetap sabar sekian lamanya, curhatnya kepada kepada Tuhan sangatlah sopan "Tuhan, setan telah menyusahkan kehidupanku...."


Demikianlah, ujian adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan. semoga kita semua menjadi orang-orang yang sabar. Amiin.


Tidak ada komentar: