Jumat, 05 Februari 2016

Bercita-cita Jadi Orang yang Bermanfaat, Bukan Berangan-angan Jadi Orang Hebat: Falsafah Kehidupan




terima kasih telah singgah di blog sederhana ini...

Ketika rosulullah dan para sahabat pengikutnya kembali dari medan perang, banyak wanita yang berkata “coba kita ini laki-laki ya, bisa ikut jihad dan mungkin mendapat syahid.”
Kemudian Allah menurunkan firmanNya: “jangan kalian mengangan-angankan karunia kelebihan kedudukan yang diberikan kepada sebagian umatnya, tapi mintalah agar diridhoi dengan karunia yang diberikan kepada kalian….”.

Memang begitulah sudah kodratnya ada laki-laki ada perempuan. Ada pengikut rosul yang sekali ikut berperang langsung meninggal syahid, tapi ribuan yang lain termasuk rosulullah sendiri meninggal di pembaringan. Ada yang meninggal karena sakit, ada yang terbunuh karena soal politik. Sosok sahabat nabi Abu Dzar misalnya, beliau selalu ikut berjihad namun takdir ternyata memperlihatkan konon ia meninggal dalam kesepian di padang pasir yang sunyi…
Itulah kehidupan…


Ada orang yang begitu lulus sekolah agama langsung menjadi kyai sampai akhir hidupnya, tapi ada juga yang kemudian menyimpang dari jalurnya, banyak juga yang bertahun-tahun bergelimang dalam kejahatan namun kemudian menjadi orang baik di akhir-akhir masa hidupnya.
Itulah kehidupan…

Ada orang yang seumur hidup "banting tulang" di bawah terik matahari jadi kuli buruh, ngojek di jalanan, macul di sawah ladang, mencari ikan jadi nelayan di lautan, namun seumur-umur hasilnya sekedar cukup memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. tapi ada orang yang sekali buka usaha langsung melejit kaya raya. dan ada juga yang setelah bekerja keras sekian lama akhirnya menjadi sedikit kaya…
Itulah kehidupan…

Itulah kehidupan nyata yang kusaksikan, bukan sekedar dalil agama atau hanya dogma…


renungan,kontemplasi,percik air terjun,falsafah kehidupan,nyanyianprairi


Maka benarlah Alloh dan RosulNya, "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat hidupnya…"



Tidak ada komentar: