terima kasih telah singgah di blog sederhana ini...
Hari demi hari terus berlalu. setiap orang
dan setiap masalah yang kita temui setiap hati dan hari kita, segala hal baik
dan buruk terus membelenggu kita tanpa henti.
Jika kita memandang setiap orang dan
segala hal yang kita temui dari sisi negatifnya maka air yang sangat jernih pun
akan menjadi kotor dan keruh.
RAJA RUSA LIMA WARNA
Di sebuah hutan ada sekelompok rusa yang dipimpin oleh seekor rusa
yang tubuhnya memiliki lima warna yang begitu cemerlang. Bentuk tanduknya
sangat indah dan anggun.
Suatu hari kaisar mengajak
para menterinya berburu di hutan itu, panah-panah yang berhamburan dari
busur mereka membuat para rusa berlari ketakutan. Usai berburu rombongan kaisar
pun pergi, meninggalkan ibu-ibu rusa yang mencari anak-anaknya, demikian pula
anak-anak rusa bingung mencari ibunya yang tercerai karena lari ketakutan. Banyak
juga rusa yang jatuh ke dasar lembah dan mati berlumuran darah.
Melihat kondisi itu raja rusa merasa begitu sedih dan bersalah, ia
pun memutuskan untuk pergi ke istana di ibukota untuk mengajukan permohonan
kepada kaisar soal nasip rusa-rusa yang dipimpinnya.
Di hadapan kaisar, raja rusa bersujud sambil menangis lalu
berkata, “kami sangat berterima kasih karena bisa menumpang hidup di tanah yang
mulia. Kami tahu bahwa dapur istana harus membuat berbagai makanan yang lezat. Jika
yang mulia bisa menentukan berapa rusa yang diperlukan setiap hari kami
bersedia mengantarnya sendiri ke istana.”
Mendengar permohonan ini sang kaisar menjawab, “mungkin dapur
istana hanya membutuhkan seekor rusa setiap harinya.”
Raja rusa merasa sedikit tenang mendengar jawaban kaisar, ia pun
kembali ke hutan. Mengetahui rajanya sudah kembali, kawanan rusa segera
berkumpul. Raja rusa berkata kepada mereka, “di dunia ini tak ada kehidupan
yang tak berakhir. Agar kaum rusa bisa hidup dengan tenang dan terus berkembang
biak, lebih baik kita mengorbankan diri. Dengan demikian setidaknya kehidupan
kaum rusa bisa lebih tenang.”
Sejak saat itu kelompok rusa itu secara bergiliran mengorbankan
diri. Bagi rusa yang tiba gilirannya, ia akan menghadap raja rusa untuk
berpamitan. Raja rusa akan berkata, “hari ini kamu akan mengorbankan nyawamu. Hadapilah
dengan hati tenang dan damai. Jangan ada rasa marah dan dendam terhadap kaisar.”
Suatu hari seekor ibu rusa yang tengah hamil tua datang bersujud
dan memohon pada raja rusa, “bolehkan aku pergi setelah anakku lahir?”.
Mendengar permohonan itu
raja rusa bertanya kepada rusa lain yang mempunyai giliran hari
berikutnya, “bersediakah kamu pergi satu hari lebih awal.?”. namun rusa itu
segera menjawab, “aku tidak ingin mati lebih awal satu hari!.”
Mendengar jawaban rusa lain, raja rusa akhirnya memutuskan untuk
datang ke istana kaisar dan langsung berjalan masuk ke dapur istana.
Melihat kejadian itu, juru masak istana merasa heran, “mengapa
hari ini raja rusa yang datang mengorbankan diri sendiri?”. Ia pun melapor
kepada kaisar.
Mendengar laporan juru masak, kaisar memanggil raja rusa dan
bertanya, “mengapa begitu cepat giliranmu?, apakah rakyatmu sudah habis?”.
Raja rusa menjawab, “tidak”. Ia pun menceritakan permohonan rusa
betina dan rusa lain yang memohon hidup sehari lagi. Karena itu, hari ini, raja
rusa mengorbankan nyawanya sendiri untuk memenuhi kebutuhan dapur istana.
Mendengar penuturan itu, kaisar merasa sangat bersalah. Ternyata meski
terlahir sebagai rusa, tetapi raja rusa memiliki kebajikan layaknya manusia.
“aku adalah seorang manusia, tetapi aku lebih rendah dibandingkan
seekor rusa.”
Sang kaisar akhirnya bertobat dan membuat pengumuman, “mulai saat
ini semua rakyat dilarang berburu di hutan!”.
=================
hendaknya kita menganggap segala sesuatu
yang kita temui setiap hari sebagai bahan pelajaran agar bisa memiliki kondisi
batin yang jernih untuk bisa membedakan yang benar dan yang salah, serta
menumbuhkan kasih sayang, suka cita, dan mencapai keseimbangan batin.
*) sumber: majalah Tsu Chi vol.15 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar